Diduga Bunuh Diri Ternyata Wanita ini Dibunuh Pacarnya Sendiri



Segranakpost.com, Mataram- Kasus mahasiswi yang di temukan gantung diri di jalan Arafah BTN Royal Kelurahan Kampung Baru Kecamatan sekarbela Kota Mataram berinisial LN beberapa waktu lalu kini terkuak.


Terduga pelaku tak lain merupakan kekasih korban berinisial R, 22 tahun.
korban ditemukan tergantung hari sabtu tanggal 25 Juli 2020 sekitar pukul 16:30.

"Jadi kasus ini terungkap atas kerjasama pihak Polresta Mataram bersama pihak Polda NTB dan saksi yang sudah diambil keterangan sejumlah 23 orang" Ungkap Kabid Humas Polda NTB Artanto S.I.K, M.Si

Seperti yang di ketahui, sebelumnya pihak kepolisian melakukan tindakan membongkar kuburan korban di TPU Karang medain dalam rangka otopsi dan mengumpulkan sejumlah saksi dan alat bukti berhasil disita.


Adapun kronologis kejadian yaitu pada hari Kamis 23 Juni 2020 pukul 17.00,  korban dengan tersangka sempat berbicara kemudian terjadi perselisihan dan percekcokan. pelaku sempat berniat ingin pulang namun karena ada perselisihan mengakibatkan korban menahan pelaku sehingga terjadilah percekcokan yang berakibat pelaku mencekik leher korban yang mengakibatkan korban menjadi lemas karena kekurangan oksigen.

Mengetahui hal tersebut, tersangka menjadi bingung dan panik, karena itulah terbersit di pikirannya untuk keluar rumah membeli tali dan kemudian kembali lagi ke TKP untuk menggantung korban dan setelah itu pelaku meninggalkan lokasi untuk ke Lombok tengah.

"Dari kejadian tersebut polisi mengumpulkan barang bukti yaitu pisau,  di mana ini adalah kemudian tali yang digunakan untuk menggantung korban (menunjuk,red)" Tutur Kabid Humas.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi astawa menjelaskan terkait darah yang ditemukan di alat kelamin korban masih menjadwalkan untuk proses pemeriksaan dari ahli forensik 

"Memang pada saat di TKP dan juga pada saat dilakukan otopsi dari uterus yang diujikan memang menyampaikan untuk uterus korban berat lebih berat dari pada berat normal, jadi dokter melalui hasil visum otopsi menyampaikan patut diduga korban sedang hamil" Ungkapnya.


Akibat perbuatannya R terancam di jerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan sub pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman maksimal hukuman penjara 15 tahun. (SGP/rd) 

Post a Comment

Previous Post Next Post