Fauzan Khalid Launching Sosialisasi Implementasi CHSE Di Desa Senggigi

 


Segranakpost.com Giri Menang, 12 Desember 2020 – Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar Sosialisasi Implementasi Clean Health dan Safety  Enviroment (CHSE) bertempat di tujuh titik lokasi secara serentak.


Kegiatan Utama dilaksanakan di Pantai Kerandangan, Pantai Pao-pao Desa Batu Putih, Bukit Ledu Kuripan, Pantai Cemare Indah, Pantai Nambung, dan Tanjung Kelor. 


Kegiatan ini dilaunching Bupati Fauzan Khalid di Aula Kantor Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lobar, Sabtu, (12/12).


Dalam kesempatan itu tampak hadir Perwakilan Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Camat Batulayar Syahrudin, Kades Senggigi H.M. Ilham, HPI, ASITA, para pramuwisata, dan para pelaku wisata di Lobar.


Bupati Fauzan Khalid dalam sambutannya mengatakan, pandemic Covid-19 di samping memukul industri pariwisata juga banyak memberikan hikmah. 


Hikmah yang paling terlihat adalah kebersamaan dalam semangat berkolaborasi serta kesadaran akan tercapainya tujuan. Menyebutnya, hanya dengan kebersamaan, kebersatuan semua pelaku usaha pariwisata bahkan di semua lapisan masyarakat usaha yg dilakukan akan berhasil. 


“Alhamdulilah sangat tampak di pelaku usaha pariwisata yang ada di Kabupten Lombok Barat, tidak hanya nampak tetapi kemudian juga memberikan kita banyak pengakuan dari orang luar," sebut bupati bangga. 


Dicontohkan bupati, di NTB ada 7 yang mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Pariwisata tentang CHSE. Dan semuanya berada di Senggigi. 


"Ini hasil dari kerjasama dan kolaborasi antar pelaku usaha pariwisata, kalau ini dipertahankan apalagi kita bisa tingkatkan, maka sektor industri pariwisata di Lombok Barat khususnya di Senggigi ini tidak hanya akan kembali jaya tetapi akan melebihi kejayaan yang sudah pernah dirasakan," ujar bupati. 


Ditambahkan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata Lombok Barat juga akan konsisten melakukan pembenahan terhadap destinasi-destinasi pariwisata di antaranya di wilayah Senggigi. 


“Untuk konteks Senggigi saja awalnya untuk pembenahan dianggarkan Rp 48 milyar, tetapi karena Covid-19 anggaran banyak dipangkas atau direfocusing kemudian tersisa sekitar Rp 20 milyar. Jika anggaran Rp 48 milyar itu tidak dipangkas saya kira Senggigi ini mungkin akan sangat mengalami perubahan," bupati optimis. 


Namun demikian, bupati yakin dua atau tiga tahun ke depan investasi di bidang pariwisata akan banyak masuk ke Kabupaten Lombok Barat Khususnya di wilayah Senggigi dan Sekotong. Dia beralasan karena sudah banyak komitmen dari banyak pihak.


"Mudah-mudahan dengan apa yang kita lakukan ini mendapat berkah dan bisa memajukan industri pariwisata di Kabupaten Lombok Barat ini dan mari terus tetap bersama-sama menjaga kekompakan itu," ajaknya. 


Di tempat yang sama, Kadis Pariwisata H. Saepul Akhkam menyampaikan, kegiatan ini dihajatkan agar kita memiliki kesadaran bahwa wisata itu bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Daerah Lombok Barat saja dan para pelaku wisata yang berkepentingan langsung terhadap pariwisata. 


Namun ini terkait dengan hajat hidup perekonomian sehingga melibatkan komunitas-komunitas seperti pokdarwis, pemerintah desa, kecamatan, kabupaten dan bahkan pemerintah pusat.


"Selanjutnya bagaimana kita berkolaborasi dengan media supaya pencitraan kita yang positif tentang wisata berbasis masyarakat dapat  disebarluaskan," kata Akhkam. 


Pihaknya, kata Akhkam, menggandeng Sosialisasi Implementasi CHSE ini dengan kegiatan-kegiatan mewujudkan Sapta Pesona seperti aman, nyaman, indah, dan bersih.


Dalam kegiatan ini Dispar juga melibatkan Komunitas dari pramuwisata, ASITA, dan didukung dari Dinas Lingkungan Hidup Lobar, dan lain-lain. 


"Untuk kegiatan ini kami berkomitmen pada kebersihan dan tidak berakhir pada kegiatan pada hari ini tetapi dan akan berkelanjutan kepada kegiatan mingguan," paparnya. SGP/rd

Post a Comment

Previous Post Next Post