Shabu Modus Roket Yang Dilakukan Pasutri Gagal Lagi

 


Segranakpos.com, Mataram - Kembali, BNN NTB menggelar Press Release penangkapan kasus peredaran gelap narkotika jenis shabu oeh Bidang Pemberantasan BNNP NTB (17/2) bertempat di Lobby BNNP NTB dipimpin langsung oleh Kepala BNNP NTB Brigjen Pol. Drs. Gde Sugianyar Dwi Putera S.H., M.Si., didampingi oleh Kabid Pemberantasan BNNP NTB I Made Ardana M.M. serta Kasi Penyidikan Ahmad Bayhaqi SH.

Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat, kemudian melakukan penangkapan dengan bekerjasama dengan pihak AVSEC, KP3, KKP dan BC Mataram, penagkapan P dan MM yang merupakan pasangan suami istri tersebut berhasil dilakukan.

"Jajaran keamanan yang sedang berada di bandara berhasil menangkap sepasang suami istri yang melakukan penerbangan dari Padang kemudian transit ke Jakarta, berdarakan boarding yang ditemukan pada tanggal 11 Februari 2021 sore hari." Jelas Gde Sugianyar

Barang bukti yang berhasil diamankan merupakan Narkotika jenis Shabu dengan modus memasukan dalam dubur. Setelah barang bukti berhasil diamankan petugas kemudian melakukan introgasi terhadap tersangka.

"Setelah diamankan petugas kemudian melakukan introgasi dimana tersangka inisial P dan MM mengaku membawa Narkotika jenis Shabu yang disembubyikan didalam dubur yang sudah dimodifikasi dan dibungkus dengan kondom. Alasan tersangka melakukan tersebut karena korban PHK dan terdampak covid 19.

Lanjut, Gde Sugianyar. Setelah dilakukannya Introgasi kedua tersangka mengakui keduanya disuruh mengambil Narkotika Golongan 1 Jenis Shabu di Padang oleh seseorang." Terangnya.


Berat Barang Bukti total neto 387,9 gram, dari barang bukti yang diamankan diamanka tersebut bila dirupiahkan mencapai 775,9 juta rupiah. dan bila diasumsikan barang bukti tersebut dikonsumsi oleh 12 orang (Coba pakai) maka pengungkapan kasus tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 4.655 jiwa anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

"Atas perbuatannya pelaku melanggar pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman Pidana Maksimal hukuan mati, minimal hukuman 5 tahun penjara dan denda maksimal 10 milyar, minimal 1 milyar. Tutupnya. SGP/rd

Post a Comment

Previous Post Next Post