Digusur Demi Proyek, KTK Pujut pertanyakan Pengganti Dua Gedung Sekolah Di Pujut

 


Segranakpost.com, Lombok Tengah -  Setelah di gusur setahun lebih untuk keperluan pembangunan proyek jalan Bypass BIL-KEK Mandalika.  Pembangunan gedung pengganti SDN Tonjer dan SMP 15 Pujut hingga ini belum jelas kapan dilakukan. Dampaknya, hingga kini nasip peserta didiknya yang ingin mengenyam pendidikan berkuwalitas tak jelas juga. 


Hal ini pun sontak membuat banyak pihak angkat bicara. Karena hal ini, pemerintah terutama pemerintah daerah dinilai lebih mementingkan proyek dibandingkan dengan nasip pendidikan di Lombok Tengah (Loteng).


Seperti yang baru-baru ini viral di media sosial (Medsos) yang diunggah akun Facebook Gusti Sempane Gare, salah satu tokoh pemuda Desa Sukadana, Kecamatan Pujut. Saat dikonfirmasi Media, Gusti menyayangkan belum dibangunnya hingga kini gedung pengganti kedua sekolah yang berdekatan dan terletak di Desa Sukadana tersebut. Padahal saat ini kedua gedung sekolah itu tidak berfungsi sejak lebih dari dari setahun. Untuk gedung SDN 1 Tonjer di gusur total. Sedangkan gedung SMPN 15 Pujut dialihfungsikan menjadi kantor perusahaan yang mengerjakan jalan Bypass itu.


Guati menilai, Pemkab Loteng sepertinya lebih mementingkan proyek jalan Bypass BIL-KEK Mandalika ketimbang pendidikan warganya. Terutama warga yang ada di Desa Sukadana dan sekitarnya. Yang mana, kini tidak tahu dan bingung kemana mereka akan mensekolahkan anaknya setelah gedung kedua sekolah tersebut digusur, tanpa kejelasan kemana akan dibangun gedung barunya.


“Sudah setahun lebih, gedung SDN Tonjer dan SMPN 15 Pujut ini dirobohkan untuk pembangunan jalan Bypass BIL-KEK Mandalika. Tapi tidak ada kepastian kemana direlokasi. Sedangkan masih banyak adik-adik kami yang masih duduk di bangku SDN Tonjer dan SMPN 15 Pujut itu, tak jelas nasipnya,” ujar pemuda bergelar Sarjana Hukum ini.


Dikatakan Gusti, bahwa untuk peserta didik di SDN Tonjer ini, selama ini mereka mengikuti aktivitas belajar secara bergantian dengan mendatangai rumah gurunya. Akan tetapi, proses pembelajaran seperti itu menurutnya tidak bisa optimal, walaupun memang saat ini dalam masa pandemi. Karena memang, peserta didik di sekolah lain tidak melakukan aktivitas belajar seperti itu.


“Untuk bangunan SMPN 15 Pujut memang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Tetapi sayangnya, gedungnya hanya dijadikan sebagai Kantor Direksi perusahaan yang mengerjakan pembangunan jalan Bypass. Lagi-lagi adik-adik kami di sana terpaksa harus dipindahkan ke sekolah lain untuk melanjutkan pendidikan mereka,” terangnya.


Anggota Bantuan Hukum KTK Pujut ini menegaskan, bahwa semua pihak di Kecamatan Pujut sangat mendukung segala bentuk pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Dengan harapan, untuk menjadikan Pujut menjadi lebih maju. Akan tetapi, tanpa pendidikan menurutnya tidak ada artinya. Terlebih, sekarang peserta didik di dua sekolah ini tidak bisa belajar optimal karena tidak adanya fasilitas-fasilitas sekolah yang memadai seperti sebelumnya.


Titik jalan Bypass BIL-KEK Mandalika yang melintas di lahan eks gedung SDN Tonjer, Kecamtan Pujut saat ini.

“Tujuan Negara Indonesia dan cita-cita luhur dari para pendiri bangsa indonesia di dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 berbunyi “MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”. Tentu untuk mencapai cita-cita tersebut harus tersedia fasilitas-fasilitas pendidikan untuk kami dan itu adalah tugas dari pemerintah di negeri ini,” tegasnya.


Sementara itu, Kades Sukadana Syukur yang dikonfirmasi terpisah mengaku jika dirinya juga heran dengan belum dibangunnya gedung pengganti kedua sekolah tersebut. Padahal aktivitas belajar di sana sudah tidak lagi berjalan sejak setahun lebih. Memang, dari informasi yang ia peroleh bahwa ada pola belajar mengajar yang diterapkan pihak sekolah selama gedung pengganti tidak ada. Hanya saja, sistem itu menurutnya tidak akan optimal jika terus-terusan diberlakukan. Artinya, kapan peserta didik bisa mengejar pendidikan yang bermutu, berstandar dan berkwalitas jika hanya dilakukan setengah-setengah.


“Sejauh ini, saya belum tahu informasinya, kapan akan dibangun dan dimana akan dibangun (gedung pengganti, Red) ini dek,” aku Kades tiga periode ini.


Syukur juga mengaku, belum tahu pasti apa alasan Pemkab melalui dinas terkait belum membangun gedung pengganti dua sekolah tersebut. Apakah karena belum menemukan lahan ataukah karena memang tidak ada uang daerah untuk pembebasan lahan pembangunannya. Sebab, sejauh ini pihak dinas melalui UPT Dikdas Pujut juga belum ada komunikasi dan koordinasi dengan desa. Namun demikian, terlepas dari itu semua, Pemdes sangat berharap Pemkab segera melakukan upaya percepatan pembangunan kedua sekolah tersebut. Agar peserta didik yang sekolah di sana bisa mengenyam pendidikan yang bermutu dan berkualitas lagi seperti sekolah lain pada umumnya.


“Ini lembaga pendidikan, kami di desa sangat berharap kepada pemerintah kabupaten bisa segera melakukan upaya pembangunan gedung pengganti ini. Kasian anak-anak kita yang sekolah di sana,” harap Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kecamatan Pujut ini.


Mengkonfirmasi kejelasan pembangunan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng, H Muliawan melalui sambutan telepon genggamnya mengaku jika untuk pembangunan dua sekolah itu akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng, bukan dari Disdik. Karena pembangunan gedung pengganti itu sepenuhnya diserahkan ke PUPR dan informasinya tahun ini akan mulai dibangun. Untuk itu, ie meminta agar media memperjelas itu ke PUPR. 


“Yang akan kerjakan itu dari PUPR dek, coba dicek di sana,” singkatnya.


“Tahun ini kita kerjakan dek,” kata Kadis PUPR Loteng, Lalu Firman Wijaya terpisah.


Firman mengatakan, untuk pembangunan gedung pengganti SDN Tonjer dan SMPN 15 Pujut itu prosesnya baru selesai Detail Engineering Design (DED) atau penyusunan dokumen perencanaannya. Selanjutnya, baru akan dilakukan proses lelang.


“Harapannya, di awal September mendatang kita sudah bisa mulai bangun,” terangnya.


Adapun untuk pembangunannya kata dia, akan masuk di wilayah Desa Sukadana. Tepatnya di sebelah selatan eks gedung lama SMPN 15 Pujut itu.


“Kita bangun di selatan SMPN 15 Pujut,” pungkasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post