Merasa dirugikan, 1.500 Sopir Truk Siap Gelar Aksi di Lembar



Segranakpost.com, Lombok Barat - Puluhan supir truk masih menunggu keputusan pemerintah daerah terkait tuntutan yang dilayangkan mengenai rapid test gratis bagi sopir truk logistik.

Koordinator aksi sekaligus korwil Persatuan Sopir Truk Indonesia (PSTI) Jawa Timur Slamet Barokah mengatakan bahwa tuntutan para sopir truk tidaklah banyak hanya meminta pemda dan instansi terkait membebaskan biaya rapid test bagi sopir truk pengangkut logistik.

"Kami di sini meminta agar pihak pelabuhan, syahbandar atau KKP mengerti lah dengan kondisi kami saat ini, semua ini serba sulit dan terbatas, anak dan istri kami dirumah juga butuh makan, kami disini jauh – jauh menyusuri jalan mengais Rezeki 100 -200 ribu untuk makan di rumah, ini malah tambah beban kami harus meluangkan uang makan kami untuk bayar Rapid Tes Rp.150.000, sebagai syarat masuk ke kapal, lalu kita makan apa? Jika kami harus membayar Rapid tes, Ayo lah kami sudah banyak sekali membeli tiket masuk ke pelabuhan bahkan berkali – kali, masak tidak ada imbal baliknya kepada kami, "terangnya.

Sementara itu, Supriyono selaku ketua Konfederasi Serikat Nasional wilayah Jawa Timur juga menjelaskan bahwa PPKM Darurat di NTB dianggap merugikan kalangan sopir truk.

"Nah kemarin itu ketika ada PPKM Darurat yang tidak tahu darimana itu mulailah ada gerakan-gerakan untuk melemahkan kondisi driver,"ujarnya.

Tak hanya itu Supriyono juga menambahkan bahwa para driver (sopir ) truk logistik tidak meminta rapid test ditiadakan namun hanya meminta pemerintah setempat untuk memprioritaskan para sopir truk logistik mendapatkan rapidtest gratis.

"Rapid boleh, tapi untuk kawan kawan driver mohon untuk tidak dikenakan biaya,"tambahnya.

Lebih lanjut, Supriyono juga mengatakan bahwa saat ini para sopir truk logistik seluruh nusantara siap menggelar aksi di wilayah NTB agar bisa mendapat keadilan demi memenuhi biaya hidup keluarga mereka.

"Jika tidak ada keputusan yang menjamin kawan kawan driver truk logistik ini dalam waktu 2x24 jam maka sekitar 1.500 masa yang tergabung dalam berbagai komunitas dan organisasi driver (Sopir)  akan menggelar aksi di pelabuhan,"tegasnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post