Tim Ops Direktorat Narkoba Polda NTB Berhasil Menangkap 2 Pemasok Obat Daftar G dan 2 Pengedar Narkotika Jenis Shabu



Segranakpost.com, Mataram- Tim Ops Direktorat Narkoba Polda NTB yang di pimpin oleh KA Tim II OPS IPDA I Made Mas Mahayun, S.H berhasil menangkap dan mengungkap kasus terduga penyalahgunaan narkotika golongan I bukan tanaman jenis Shabu pada hari Kamis 22/07/21. Hal tersebut di ungkapkan dalam konferensi pers jumat (23/07/21).


Kronoligi kejadian bertempat di Jalan. Panca Warga Gg 9 No 8A Lingkungan Karang Medaen Timur Kelurahan Mataram, Kecamatan Kota Mataram. Wadir Resnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah mengatakan, setelah mendapatkan informasi A1 tim ops langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka di kontrakannya. Dari hasil penggeledahan tim ops yang dipimpin Katim 2 Ipda I Made Mas Mahayuna menemukan sejumlah obat-obatan.


"Adanya pelaku yang bertransaksi dengan berusaha melakukan pengelolaan obat obat-obatan daftar G yang ilegal seperti ada di sini itu sekitar 7500 tablet Tramadol HCL 2500 kapsul Tramadol HCI ilegal udah Trihexyphenidyl sekitar 1980 tablet, ini kejadiannya pada hari Selasa tanggal 20 Juli 2021." Ungkap Erwin


Lanjut, Eriwin juga menjelaskan bahwa tersangka Inisial JO dan PE, JO merupakan DPO yang juga dari Balai POM dimana memang kegiatannya sudah dilakukan selama 7 bulan melakukan transaksi bangun usaha menyediakan dan mengedarkan obat-obatan ilegal daftar G, tersangka berasal dari Jakarta juga setelah di cek urine itu positif, karena ada barang bukti yang ditemukan alat penghisap sabu.


Selain mengungkap kasus obat obatan ilegal ,tim opsnal juga berhasil mengungkap dua pengedar narkoba jenis sabu Berinisal IEM dan EI  sebanyak 18 (delapan belas) poket kristal putih yang di duga Shabu dengan berat 8,09 gram, 1 (satu) buah bong lengkap dengan pipet, 1 (satu) buah pipet kaca yg di dalamnya berisi kristal putih yg di duga Shabu, 1 (satu) buah gunting, 1 (satu) bungkus pipet plastik, 2 (dua) buah korek api gas, 1 (satu) buah sumbu, 2 (dua) unit HP Anroid, 1 (satu) buah ATM BCA, dan Uang sejumlah Rp.1.770.000, (Satu juta tujuh ratus tujuh puluh ribu rupiah).


"Jadi untuk pasal yang kita kenakan dari pengungkapan kasus tindak pidana kesehatan si tersangka dikenakan undang-undang nomor 36 tahun 2009 kita tetapkan pasal 196 197 ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara, dan untuk yang narkotika kita tetapkan pasal 112 ayat 1 ayat 2 dan 14 ayat 2 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara."Tutup Erwin. (Red 41)

Post a Comment

Previous Post Next Post